Kandungan Nutrisi Tepung Limbah Udang
Tepung limbah udang mengandung semua asam amino essensial, juga sebagai sumber asam amino aromatik seperti fenilalanin dan tirosin yang kandungannya lebih tinggi daripada tepung ikan, lisin cukup tinggi yaitu 4,58% serta sumber asam amino bersulfur (S) dengan kandungan metionin sebesar 1,26 % (Purwatiningsih,1990). Perbandingan kandungan nutrisi antara tepung limbah udang dan tepung ikan terdapat pada tabel 1.
Tabel 1. Kandungan Nutrisi Antara TLU dan Tepung Ikan.
Nutrien
|
TLU tanpa diolah
|
TLU olahan
|
Tepung Ikan
|
Air (%)
|
8,96
|
14,60
|
8,21
|
Bahan kering (%)
|
91,04
|
86,40
|
91,79
|
Protein kasar (%)
|
39,62
|
39,48
|
49,81
|
Lemak (%)
|
5,43
|
4,09
|
4,85
|
Serat kasar (%)
|
21,29
|
18,71
|
1,78
|
Abu (%)
|
30,82
|
30,94
|
16,29
|
Kalsium (%)
|
15,88
|
14,63
|
3,17
|
Fosfor (%)
|
1,90
|
1,75
|
0,37
|
Khitin (%)
|
15,24
|
9,48
|
-
|
Metionina (%)
|
1,16
|
0,86
|
1,58
|
Lisin (%)
|
2,02
|
1,15
|
3,51
|
Triptopan (%)
|
0,53
|
0,35
|
0,59
|
Retensi nitrogen (%)
|
55,23
|
66,13
|
77,20
|
Energi metabolis (kkal/kg)
|
1984,87
|
2204,54
|
3080,00
|
Kecernaan protein (in vitro)
|
52,00
|
70,47
|
80,62
|
Sumber : Mirzah, 2006.
Berdasarkan tabel 1. Terlihat bahwa kandungan nutrisi yang dimiliki oleh tepung limbah udang cukup baik meskipun tidak sebaik yang dimiliki oleh tepung ikan. Hal ini memperlihatkan bahwa potensi tepung limbah udang dapat di rekomendasikan kepada peternak untuk menggantikan tepung ikan karena selain mudah untuk didapatkan, bahan ini tentu saja lebih ekonomis dibandingkan bila menggunakan tepung ikan. Terdapat perbedaan kandungan nutrisi antara tepung limbah udang tanpa diolah dan Tepung limbah udang yang telah mengalami proses pengolahan.
Hasil penelitian Mirzah (2006), menunjukkan bahwa perendaman limbah udang dalam larutan filtrat air abu sekam (FAAS) 10% selama 48 jam dan dikukus selama 45 menit lebih baik dibandingkan TLU tanpa diolah, yaitu dengan kandungan protein kasar 39,62%, lemak 5,43%, kitin 15,24%, retensi nitrogen 55,23%, energi termetabolis 1984,87 kkal/kg, dan kecernaan protein 52,00%, namun kualitas TLU olahan itu perlu dievaluasi secara biologis melalui pemberian ransum kepada ayam broiler.
Bila dihitung secara nominal berdasarkan kandungan protein kasar pada limbah udang, maka pada tahun 2004 diperoleh limbah udang sebesar 66,3 ribu ton atau setara 88,5 ton protein kasar. Jumlah tersebut merupakan potensi bahan baku pakan sebagai sumber protein hewani yang sangat besar, namun dibalik beberapa kelebihan yang dimiliki limbah udang ini memiliki beberapa kekurangan seperti tingginya kandungan serat kasar dan terdapatnya kandungan zat antinutrisi khitin yang menyebabkan kecernaan terhadap protein menjadi rendah.









